SetelahPerang ahzab selesai, Rasulallah Shalallahu'alaihiwasallam mengeluarkan kembali hadist tentang penaklukan Konstantinopel "Sungguh, Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan islam. Pemimpin yang menaklukannya adalah sebaik-baik peminpin, dan pasukan yang menaklukan adalah sebaik-baik pasukan." (H.R. Ahmad). Rasulullahsaw. pernah ditanya, "Kota manakah yang dibebaskan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma?" Rasul menjawab, "Kotanya Heraklius dibebaskan lebih dulu, yaitu Konstantinopel" (HR Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim) Imam Ahmad mengeluarkan hadis tersebut di dalam Musnad-nya pada bab Musnad 'Abdullรขh bin Amru bin bin al-'ร‚sh. Bahwamuslimin akan membuka Konstantinopel lebih dulu, baru Roma. Itu artinya, sudah 15 abad sejak Rasul menyampaikan nubuwwatnya tentang penaklukan Roma, hingga kini belum juga Roma jatuh ke tangan muslimin. Kekaisaran Romawi terpecah dua, Katholik Roma di Vatikan dan Yunani Orthodoks di Byzantium atau Constantinople yang kini menjadi Istanbul. Vay Nhanh Fast Money. loading...Sultan Muhammad Al-Fatih. Foto/Ilustrasi/Ist SULTAN Muhammad Al-Fatih telah menjadi jawaban dari bisyarah Rasulullah SAW yang tertera pada hadis nya. โ€œKota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam . Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.โ€ HR Ahmad bin Hanval Al Musnad. Baca Juga Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, menjelaskan sesungguhnya, penaklukan Konstantinopel tidak dimulai dari nol. la merupakan hasil akumulatif perjuangan kaum muslimin selama berabad-abad, sejak awal masa berkembangnya Islam. Hal itu didorong oleh kabar gembira yang pernah diucapkan Rasulullah, sebagaimana hadis tersebut. Perhatian untuk kembali menaklukkan Konstantinopel semakin kuat bersamaan dengan munculnya pemerintahan Bani Utsmani. Baca Juga Kalau diperhatikan, ternyata para Sultan Bani Utsman termasuk para pemimpin yang memiliki pemahaman fikih yang sangat kuat tentang perlunya menyediakan segala faktor-faktor yang dibutuhkan, untuk mencapai tujuan. Muhammad Al-Fatih sendiri termasuk Sultan yang sangat getol menempuh jalan itu dalam perjalanan jihadnya. Dia sangat tekun berusaha menjalankan firman Allah yang berbunyiูˆูŽุฃูŽุนูุฏู‘ููˆุง ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู‚ููˆู‘ูŽุฉู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุฑูุจูŽุงุทู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ู„ูโ€Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang" Al-Anfal 60 Baca Juga Muhammad Al-Fatih memahami ayat ini, bahwa masalah kemenangan dalam agama ini membutuhkan segala bentuk kekuatan yang beragam. Dia telah mampu menjabarkan makna ayat ini secara aplikatif dalam jihadnya yang diberkahi. Maka dia segera mempersiapkan sebuah pasukan dalam jumlah besar untuk mengepung Kota Konstantinopel. Pada saat itu, tidak ada satu jenis senjata pun yang tidak dia pergunakan. Dari meriam, pasukan berkuda, hingga pasukan saja semua ini membutuhkan kekayaan besar. Dengan sendirinya Sultan sudah memikirkan dari arah mana saja dia akan mendapatkan kekayaaan untuk membiayai perang yang tentu sangat mahal itu. Untuk membuat meriam, peluru, kapal, panah, membeli kuda, membeli minyak, kayu-kayu dll. Semua itu membutuhkan kekayaan tidak kecil. Dapat disimpulkan, penaklukan Konstantinopel tak akan pernah terwujud, jika Khilafah Turki Utsmani yang mengepung Kota Konstantinopel dipimpin oleh Muhammad Al-Fatih, telah menyiapkan persiapan ruhani yang mantap. Mereka belajar di bawah naungan pendidikan yang sangat menekankan makna iman dan takwa sikap amanah, serta melaksanakan risalah. Mereka terdidik dalam makna-makna akidah yang benar. Baca Juga Mereka dibimbing oleh para ulama yang ikhlas. Mereka telah menjadikan Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya sebagai manhaj dalam mendidik individu-individu. Para ulama itu mendidik mereka dengan hal-hal berikutPertama, bahwa Allah itu adalah Tunggal dan tidak memiliki sekutu apa pun. Dia tidak pernah mengambil sahabat wanita, tidak memiliki anak. Dia lepas dari semua sifat kekurangan dan memiliki sifat bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Pengatur segala urusan sebagaimana ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุฎูŽู„ู’ู‚ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑูโ€Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allahโ€ Al-Aโ€™raaf 54Ketiga, bahwa sesungguhnya Allah adalah sumber semua kenikmatan dalam wujud ini, baik njkmat kecil atau besar, yang tampak atau ุจููƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูุนู’ู…ูŽุฉู ููŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู Hadis Nabi Muhammad tentang Kejatuhan Konstantinopel. Foto Lukisan saat Sultan Muhammad al-Fatin merebut kota Konstantinopel Syahdan, Rasulullah ditanya oleh salah seorang sahabat. ''Ya Rasul, mana yang lebih dahulu jatuh ke tangan kaum Muslimin, Konstantinopel atau Romawi?'' Nabi menjawab,''Kota Heraklius Konstantinopel. HR Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim.Menjelang waktu Ashar pada 29 Mei 1453, atau tujuh abad kemudian, ramalan Nabi terbukti. Dengan kekuatan tak kurang 100 ribu pasukan, pasukan kekalifahan Utsmani dibawah komando Mehmed II, dikenal dengan panggilan Muhamad Al-Fatih, berhasil menaklukkan jantung peradaban Kristen terbesar itu. Mirip Tembok Besar di China, kota Konstantinopel dinaungi benteng yang terbentang sejauh total 20 kilometer guna menghindari serangan musuh. Serangan pasukan Al-Fatih sudah dimulai sejak 6 April atau lebih dari sebulan sebelumnya tanpa hasil memuaskan. Tak mudah menundukkan Konstantinopel. Upaya penaklukan bahkan sudah dilakukan sejak tahun 44 Hijriah pada era Muawiyah bin Abu artileri Al-Fatih gagal menusuk dari sayap barat lantaran dihadang dua lapis benteng kukuh setinggi 10 meter. Mencoba mendobrak dari selatan Laut Marmara, pasukan laut Al-Fatih terganjal militansi tentara laut Genoa pimpinan Giustiniani. Sadarlah Al-Fatih, titik lemah Konstantinopel adalah sisi timur yakni selat sempit Golden Horn. Selat ini dibentang rantai besar, memusykilkan armada kecil sekali pun untuk melewatinya. Tapi Al-Fatih saat itu usianya 23 tahun tak kehabisan akal. Ia menggusur kapal-kapalnya dari laut ke darat, demi menghindari rantai besar. Sebanyak 70 kapal digotong ramai-ramai ke sisi selat dalam waktu singkat pada malam hari. Inilah awal dari kejatuhan Konstantinopel yang Konstantinopel menjadi pintu gerbang bagi kekalifahan Utsmani untuk melebarkan sayap kekuasaanya ke Mediterania Timur hingga ke semenanjung Balkan. Peristiwa ini kelak menjadi titik krusial bagi stabilitas politik Ustmani sebagai kekuatan adikuasa kala itu, jika bukan satu-satunya di dunia. Tanggal 29 Mei 1453 juga ditandai sebagai era berakhirnya Abad Konstantinopel kemudian diubah menjadi Istanbul yang berarti kota Islam. Istanbul, kerap dilafalkan Istambul, kemudian sebagai ibu kota kekalifahan Utsmani hingga kejatuhannya pada 1923. Kota pelabuhan laut ini menjadi pusat perdagangan utama Turki moderen saat ini. Secara geografis, wilayah Istanbul 'terbelah' dua dan masing-masing terletak di Asia dan Eropa. Berpenduduk hingga 16 juta jiwa, Istanbul adalah salah satu kota terpadat di Eropa. sumber Harian RepublikaBACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini Bab I TANDA-TANDA KECIL KIAMATOleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil52. Penaklukan Konstantinopel[1] Dan di antara tanda-tanda Kiamat adalah penaklukan kota Konstantinopel -sebelum keluarnya Dajjal- di tangan kaum muslimin. Yang dapat difahami dari berbagai hadits bahwa penaklukan ini terjadi setelah peperangan mereka dengan bangsa Romawi pada sebuah peperangan yang sangat besar dan kemenangan kaum muslimin atas mereka. Waktu itu kaum muslimin pergi menuju Konstantinopel, lalu Allah menaklukkannya untuk kaum muslimin tanpa ada peperangan. Senjata mereka hanyalah takbir dan tahlil ucapan Laa ilaaha illallaah.Dijelaskan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaุณูŽู…ูุนู’ุชูู…ู’ ุจูู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ุฌูŽุงู†ูุจูŒ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ููู€ูŠ ุงู„ู’ุจูŽุฑูู‘ ูˆูŽุฌูŽุงู†ูุจูŒ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑูุŸ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ู†ูŽุนูŽู…ู’ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽู‚ููˆู…ู ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูŽุฉู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุบู’ุฒููˆูŽู‡ูŽุง ุณูŽุจู’ุนููˆู†ูŽ ุฃูŽู„ู’ูู‹ุง ู…ูู†ู’ ุจูŽู†ููŠ ุฅูุณู’ุญูŽุงู‚ูŽุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกููˆู‡ูŽุง ู†ูŽุฒูŽู„ููˆุงุŒ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูู‚ูŽุงุชูู„ููˆุง ุจูุณูู„ุงูŽุญู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑู’ู…ููˆุง ุจูุณูŽู‡ู’ู…ูุŒ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ู„ุงูŽ ุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ููŽูŠูŽุณู’ู‚ูุทู ุฃูŽุญูŽุฏู ุฌูŽุงู†ูุจูŽูŠู’ู‡ูŽุง -ู‚ูŽุงู„ูŽ ุซูŽูˆู’ุฑูŒ ุฃูŽุญูŽุฏูŽ ุฑููˆูŽุงุฉู ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠู’ุซู ู„ุงูŽ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ- ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูููŠ ุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆุง ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠูŽุฉูŽ ู„ุงูŽ ุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ููŽูŠูŽุณู’ู‚ูุทู ุฌูŽุงู†ูุจูู‡ูŽุง ุงู’ู„ุขุฎูŽุฑูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆุง ู„ุงูŽ ุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ููŽูŠูููŽุฑู‘ูŽุฌู ู„ูŽู‡ูู…ู’ุŒ ููŽูŠูŽุฏู’ุฎูู„ููˆู‡ูŽุงุŒ ููŽูŠูŽุบู’ู†ูŽู…ููˆุงุŒ ููŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู…ูŽุง ู‡ูู…ู’ ูŠูŽู‚ู’ุชูŽุณูู…ููˆู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽุงุฆูู…ูŽุŒ ุฅูุฐู’ ุฌูŽุงุกูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽุฑููŠุฎูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุฏู‘ูŽุฌู‘ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽุŒ ููŽูŠูŽุชู’ุฑููƒููˆู†ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ุดูŽูŠู’ุกู ูˆูŽูŠูŽุฑู’ุฌูุนููˆู†ูŽ.โ€œPernahkah kalian mendengar satu kota yang satu sisinya ada di daratan sementara satu sisi lain ada di lautan?โ€ Mereka menjawab, โ€œKami pernah pernah mendengarnya, wahai Rasulullah!โ€ Beliau berkata, โ€œTidak akan tiba hari Kiamat sehingga dari keturunan Nabi Ishaq menyerang-nya kota tersebut, ketika mereka bani Ishaq mendatanginya, maka mereka turun. Mereka tidak berperang dengan senjata, tidak pula me-lemparkan satu panah pun, mereka mengucapkan, Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,โ€™ maka salah satu sisinya jatuh ke tangan kaum muslimin -Tsaur[2] salah seorang perawi hadits berkata, โ€œAku tidak mengetahuinya kecuali beliau berkata, Yang ada di lautan.โ€™โ€ Kemudian mereka meng-ucapkan untuk kedua kalinya, Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,โ€™ akhirnya salah satu sisi lainnya jatuh ke tangan kaum muslimin. Lalu mereka mengucapkan untuk ketiga kalinya Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,โ€™ lalu diberikan kelapangan kepada mereka. Mereka masuk ke dalamnya dan mendapatkan harta rampasan perang, ketika mereka se-dang membagi-bagikan harta rampasan perang, tiba-tiba saja datang orang yang berteriak meminta tolong, dia berkata, โ€œSesungguhnya Dajjal telah keluar,โ€™ lalu mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali.โ€™โ€[3]Ada sesuatu yang musykil dalam ungkapan hadits iniโ€ฆูŠูŽุบู’ุฒููˆูŽู‡ูŽุง ุณูŽุจู’ุนููˆู†ูŽ ุฃูŽู„ู’ูู‹ุง ู…ูู†ู’ ุจูŽู†ููŠ ุฅูุณู’ุญูŽุงู‚ูŽ.โ€œโ€ฆ Sehingga dari bani Ishaq menyerangnyaโ€ฆโ€Sementara bangsa Romawi adalah keturunan Ishaq, karena mereka dari keturunan al-Shis bin Ishaq bin Ibrahim al-Khalil Alaihissallam.[4] Maka bagaimana bisa penaklukan kota Konstantinopel dilakukan oleh mereka?!Al-Qadhi Iyadh berkata, โ€œDemikianlah semua ungkapan yang ada dalam Shahiih Muslim Dari bani Ishaq.โ€™โ€Kemudian beliau berkata, โ€œSebagian dari mereka berkata, Yang terkenal lagi terjaga ungkapannya adalah dari bani Ismaโ€™il,โ€ inilah makna yang ditunjuk-kan oleh hadits, karena yang dimaksud sebenarnya adalah orang-orang Arab.โ€[5]Sementara itu al-Hafizh Ibnu Katsir berpendapat sesungguhnya hadits ini menunjukkan bahwa bangsa Romawi memeluk Islam di akhir zaman. Barangkali penaklukan kota Konstantinopel dilakukan oleh sebagian dari mereka, sebagaimana diungkapkan oleh hadits terdahulu, Sesungguhnya orang dari bani Ishaq memeranginya.โ€™โ€Pendapat ini diperkuat dengan kenyataan bahwa mereka dipuji di dalam hadits al-Mustaurid al-Qurasy, dia berkata, โ€œAku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaุชูŽู‚ููˆู…ู ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ููˆู…ู ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุนูŽู…ู’ุฑูŒูˆ ุฃูŽุจู’ุตูุฑู’ ู…ูŽุง ุชูŽู‚ููˆู„ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู‚ููˆู„ู ู…ูŽุง ุณูŽู…ูุนู’ุชู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุณูู€ูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ.. ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุฆูู†ู’ ู‚ูู„ู’ุชูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ูููŠู‡ูู…ู’ ู„ูŽุฎูุตูŽุงู„ุงู‹ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู‹ุง ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูŽู„ุฃูŽุญู’ู„ูŽู…ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุนูู†ู’ุฏูŽ ููุชู’ู†ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุฃูŽุณู’ุฑูŽุนูู‡ูู…ู’ ุฅูููŽุงู‚ูŽุฉู‹ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ู…ูุตููŠุจูŽุฉูุŒ ูˆูŽุฃูŽูˆู’ุดูŽูƒูู‡ูู…ู’ ูƒูŽุฑู‘ูŽุฉู‹ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ููŽุฑู‘ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ ู„ูู…ูุณู’ูƒููŠู†ู ูˆูŽูŠูŽุชููŠู…ู ูˆูŽุถูŽุนููŠููุŒ ูˆูŽุฎูŽุงู…ูุณูŽุฉูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉูŒ ุฌูŽู…ููŠู„ูŽุฉูŒ ูˆูŽุฃูŽู…ู’ู†ูŽุนูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุธูู„ู’ู…ู ุงู„ู’ู…ูู„ููˆูƒู.Kiamat akan tegak sementara bangsa Romawi adalah manusia yang paling banyak,โ€™โ€ lalu Amr berkata kepada al-Mustaurid, โ€œJelaskanlah apa yang kau ucapkan itu!โ€ dia berkata, โ€œAku mengatakan apa yang aku dengar dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.โ€ Dia berkata, โ€œJika demikian yang engkau ungkapkan, maka sesungguhnya di dalam diri mereka ada empat ke-istimewaan sesungguhnya mereka adalah manusia paling tenang ketika datang fitnah, paling cepat sadar ketika terjadi musibah, paling cepat menyerang setelah mundur, dan sebaik-baiknya manusia dalam meng-hadapi orang miskin, anak yatim dan orang lemah, dan yang kelima adalah sesuatu yang indah lagi elok, yaitu mereka orang yang paling bersemangat mencegah kezhaliman para raja.โ€[6]Komentar saya Di antara dalil yang menunjukkan bahwa orang-orang Romawi di akhir zaman memeluk Islam adalah hadits Abu Hurairah terdahulu tentang peperangan bangsa Romawi. Waktu itu bangsa Romawi berkata kepada kaum musliminุฎูŽู„ู‘ููˆุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุณูŽุจูŽูˆู’ุง ู…ูู†ู‘ูŽุง ู†ูู‚ูŽุงุชูู„ู’ู‡ูู…ู’. ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ ู„ุงูŽ ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ู„ุงูŽ ู†ูุฎูŽู„ูู‘ูŠ ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู†ูŽุง.โ€œBiarkanlah kami membunuh orang-orang yang tertawan dari kalangan kami.โ€ Kemudian kaum muslimin berkata, โ€œKami tidak akan membiarkan kalian memerangi saudara-saudara kami.โ€[7]Bangsa Romawi meminta kepada kaum muslimin agar membiarkan mereka memerangi orang yang telah ditawan dari kalangan mereka karena mereka telah memeluk Islam, lalu kaum muslimin menolaknya dan menjelaskan kepada orang-orang Romawi bahwa orang yang telah masuk Islam dari kalangan mereka adalah saudara-saudara kami, maka kami tidak akan menyerahkannya kepada siapa pun. Kenyataan banyaknya pasukan kaum muslimin dari kalangan orang-orang yang sebelumnya ditawan dari kalangan orang-orang kafir bukanlah hal yang an-Nawawi rahimahullah berkata, โ€œHal ini ada pada zaman kita sekarang ini, bahkan kebanyakan pasukan Islam di negeri-negeri Syam, dan Mesir adalah para tawanan, kemudian mereka sekarang ini โ€“alhamdulillaahโ€“ adalah orang yang menawan orang-orang kafir, dan beberapa kali menawan mereka di zaman kita ini, satu kali saja mereka menawan ada beberapa ribu orang kafir yang ditawan, maka segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan kemenangan dan kejayaan kepada Islam.[8]Pendapat yang mengatakan bahwa yang menaklukkan Konstantinopel adalah orang-orang dari keturunan Ishaq diperkuat oleh kenyataan bahwa pasukan Romawi jumlahnya mencapai jutaan. Sebagian dari mereka tewas dan yang lainnya masuk ke dalam Islam, dan yang masuk Islam dari kalangan mereka bergabung dengan pasukan kaum muslimin untuk menaklukan Konstantinopel, wallaahu aโ€™ Konstantinopel tanpa peperangan belum terjadi sampai sekarang. Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwasanya beliau berkataููŽุชู’ุญู ุงู„ู’ู‚ูุณู’ุทูŽู†ู’ุทููŠู†ููŠู‘ูŽุฉู ู…ูŽุนูŽ ู‚ููŠูŽุงู…ู ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูŽุฉู.โ€œPenaklukan Konstantinopel terjadi seiring dengan akan terjadinya hari Kiamat.โ€Kemudian at-Tirmidzi berkata, โ€œMahmud -maksudnya adalah Ibnu Ghailan, guru at-Tirmidzi- berkata, Hadits ini gharib. Konstantinopel adalah sebuah kota di Romawi, ditaklukkan ketika Dajjal keluar. Sedangkan Kon-stantinopel telah ditaklukkan pada zaman Sahabat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.โ€™โ€[9]Yang benar bahwa Konstantinopel tidak pernah ditaklukkan pada zaman Sahabat, karena Muโ€™awiyah Radhiyallahu anhu mengirim anaknya, Yazid, ke sana dengan membawa pasukan yang di antara mereka adalah Abu Ayyub al-Anshari, dan penaklukannya belum sempurna. Kemudian daerah tersebut dikepung oleh Maslamah bin Abdil Malik, akan tetapi belum juga bisa ditaklukan, akan tetapi beliau melakukan perdamaian dengan penduduknya untuk mendirikan masjid di sana.โ€[10]Penaklukan yang dilakukan bangsa Turk terhadap Konstantinopel pun terjadi dengan peperangan. Kemudian negeri tersebut saat ini berada di tangan orang-orang kafir dan akan ditaklukkan kembali dengan penaklukan yang terakhir, sebagaimana dikabarkan oleh orang yang dibenarkan ucapannya Shallallahu alaihi wa Syakir rahimahullah berkata, โ€œPenaklukan Konstantinopel yang merupakan sebagai kabar gembira dalam hadits ini akan terjadi di kemudian hari, cepat ataupun lambat, hanya Allahlah yang mengetahuinya. Ia adalah penaklukan yang benar adanya ketika kaum muslimin kembali kepada agamanya, padahal sebelumnya mereka menolaknya. Adapun penaklukan yang dilakukan bangsa Turk yang terjadi sebelum zaman kita ini, maka hal itu hanya sebagai pembuka bagi penaklukan yang terakhir paling besar. Kemudian kota ini keluar dari kekuasaan kaum muslimin ketika pemerintahan di sana telah mengumumkan bahwa pemerintahannya bukanlah pemerintahan Islam dan bukan pemerintahan agama. Mereka telah melakukan perjanjian dengan orang-orang kafir, musuh-musuh Islam, dan memberlakukan undang-undang kafir terhadap penduduknya. Penaklukan yang dilakukan oleh kaum muslimin akan kembali dilakukan insya Allah, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.โ€[11][Disalin dari kitab Asyraathus Saaโ€™ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir] _______ Footnote [1] Kota bangsa Romawi, dinamakan Konstantinopel, yaitu sebuah kota yang terkenal pada zaman sekarang dengan nama Istanbul, satu kota di Turki. Pada masa lalu terkenal dengan sebutan Bizan-tium, kemudian ketika raja tertinggi Bizantium memimpin Romawi, dia membangun pagar di sana dan menamakannya dengan sebutan Konstantinopel dan menjadikannya sebagai ibu kota bagi kerajaannya. Daerah tersebut memiliki teluk yang mengelilingi dua sisi, sebelah timur dan utara di lautan, dan kedua sisinya yang lain, yaitu sebelah barat dan selatan adalah di daratan. Lihat kitab Muโ€™jamul Buldaan IV/347-348, karya Yaqut al-Hamawi. [2] Dia adalah Tsaur bin Zaid ad-Daili mawali mereka adalah al-Madani, tsiqah, wafat pada tahun 135 H t. Lihat Shahiih Muslim XVIII/43, an-Nawawi, dan Tahdziibut Tahdziib II/ 31-32. [3] Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraatus Saaโ€™ah XVIII/43-44, Syarh an-Nawawi. [4] Lihat an-Nihaayah/al-Fitan wal Malaahim I/58 tahqiq Dr. Thaha Zaini. [5] Syarh an-Nawawi li Shahiih Muslim XVIII/43-44. [6] Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saaโ€™ah XVIII/22, Syarh an-Nawawi. [7] Shahiih Muslim XVIII/21, Syarh an-Nawawi. [8] Syarah an-Nawawi li Shahiih Muslim XVIII/21. [9] Jaamiโ€™ at-Tirmidzi, bab Maa Jaa-a fii Alaamatil Khuruujid Dajjal VI/498. [10] Lihat an-Nihaayah fil Fitan wal Malaahim I/62 tahqiq Dr. Thaha Zaini. [11] Hasyiyah Umdatut Tafsiir an Ibni Katsir II/256 diringkas dari ditahqiq oleh Ahmad Munculnya al-Qahthani Di akhir zaman akan muncul seorang laki-laki dari Qahthan, orang-orang taat kepadanya, dan berkumpul padanya. Hal itu terjadi ketika zaman telah berubah, karena itulah Imam al-Bukhari menyebutkannya dalam bab taghayyuriz zamaan perubahan zaman.Imam Ahmad dan asy-Syaikhani al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaู„ุงูŽ ุชูŽู‚ููˆู…ู ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูŽุฉู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุญู’ุทูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุณููˆู‚ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ุจูุนูŽุตูŽุงู‡ู.โ€œTidak akan tiba hari Kiamat hingga keluar seorang laki-laki dari Qahthan yang menggiring manusia dengan tongkatnya.โ€[1]Al-Qurthubi rahimahullah berkata, โ€œSabda beliau โ€ฆ menggiring manusia dengan tongkatnya,โ€™ adalah kinayah kiasan dari ketaatan manusia kepadanya dan kesepakatan mereka untuk mentaatinya, bukanlah yang dimaksud di dalam hadits adalah tongkat secara hakiki, itu hanya sebagai perumpamaan dari ketaatan mereka kepadanya dan kekuasaannya kepada mereka. Hanya saja, penyebutan kata tersebut terdapat dalil bahwa ia orang yang keras kepada mereka.โ€[2]Kami katakan Benar, penggiringan yang dilakukannya terhadap ma-nusia merupakan kiasan ketaatan dan kepatuhan mereka kepadanya. Hanya saja, yang diisyaratkan oleh al-Qurthubi berupa sikapnya yang keras kepada mereka bukanlah sikap yang ditujukan kepada semuanya, sebagaimana nampak dari perkataannya. Ia hanyalah keras kepada orang-orang yang melakukan kemaksiatan. Dia adalah orang shalih yang menghukumi dengan adil. Pendapat ini diperkuat dengan riwayat yang dinukil oleh Ibnu Hajar dari Nuโ€™aim bin Hammad,[3] beliau meriwayatkan dari jalan yang kuat dari Abdullah bin Amr, bahwa beliau menyebutkan para khalifah, kemudian dia berkata, โ€œDan seorang laki-laki dari Qahthan.โ€Demikian pula yang diriwayatkan dengan sanad yang jayyid dari Ibnu Abbas, sesungguhnya beliau berkata tentangnyaูˆูŽุฑูŽุฌูู„ูŒ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุญู’ุทูŽุงู†ูŽ ูƒูู„ู‘ูู‡ูู…ู’ ุตูŽุงู„ูุญูŒ.โ€œDan seseorang dari Qahthan, semuanya orang Qahthan adalah orang shalih.โ€[4]Ketika Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiyallahu anhma meriwayatkan bahwa akan ada seorang raja penguasa dari Qahthan, marahlah Muโ€™awiyah Radhiyallahu anhu, lalu dia berdiri dan memuji Allah dengan sesuatu yang sesuai dengan-Nya, kemudian beliau berkata, โ€œAmma baโ€™du, telah sampai kepadaku bahwa beberapa orang dari kalian membawakan beberapa riwayat yang tidak ada di dalam Kitabullah, tidak pula diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, mereka adalah orang-orang bodoh di antara kalian, maka hati-hatilah kalian dari angan-angan yang dapat menyesatkan pelakunya, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaุฅูู†ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู’ู„ุฃูŽู…ู’ุฑูŽ ูููŠ ู‚ูุฑูŽูŠู’ุดูุŒ ู„ุงูŽ ูŠูุนูŽุงุฏููŠู’ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุญูŽุฏูŒุŒ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูƒูŽุจู‘ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ูุŒู…ูŽุง ุฃูŽู‚ูŽุงู…ููˆุง ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ูŽ.โ€œSesungguhnya urusan kekhilafahan ini akan tetap ada pada keturunan Quraisy, tidak ada seorang pun yang mencabutnya kecuali Allah akan menelungkupkan mukanya; selama mereka keturunan Quraisy me-negakkan agama.โ€ HR. Al-Bukhari[5]Muโ€™awiyah hanya mengingkarinya karena takut bila seseorang menyangka bahwa kekhalifahan bisa dipegang oleh selain Quraisy, sementara Muโ€™awiyah sendiri tidak mengingkari akan adanya seorang tokoh dari Qahthan. Karena di dalam hadits Muโ€™awiyah terdapat ungkapan โ€œSelama mereka menegakkan agamaโ€, artinya jika mereka Quraisy tidak menegakkan agama, maka urusan kekhilafahan tersebut keluar dari tangan mereka, dan ini pernah terjadi. Manusia akan tetap mentaati seorang Quraisy hingga mereka lemah dalam memegang teguh agama, sehingga mereka pun lemah, dan pada akhirnya kepemimpinan berpindah kepada yang lainnya.[6]Al-Qahthani ini bukanlah Jahjah[7], karena al-Qahtani di sini adalah keturunan dari orang merdeka, karena penisbatannya kepada Qahthan yang merupakan puncak nasab penduduk Yaman dari kalangan Himyar, Kindah, Hamadan dan yang lainnya.[8] Adapun Jahjah termasuk dari keturunan budak ini diperkuat riwayat yang disebutkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, โ€œRasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaู„ุงูŽ ูŠูŽุฐู’ู‡ูŽุจู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑู ุญูŽุชู‘ูŽู€ู‰ ูŠูŽู…ู’ู„ููƒูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ู…ูŽูˆูŽุงู„ูู€ูŠ ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูŽู‡ู ุฌูŽู‡ู’ุฌูŽุงู‡ู.Tidak akan lenyap siang dan malam sehingga seseorang dari kalangan hamba sahaya yang bernama Jahjah menjadi raja.โ€™โ€[9][Disalin dari kitab Asyraathus Saaโ€™ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir] _______ Footnote [1] Musnad Ahmad XVIII/103 no. 9395, Syarh Ahmad Syakir, disempurnakan oleh Dr. Al-Husaini Abdul Majid Hasyim, Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan bab Taghayyuriz Zamaan hatta Tuโ€™badul Autsaan XIII/76, al-Fat-h, Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saaโ€™ah XVIII/36, Syarh an-Nawawi. [2] At-Tadzkirah hal. 635. [3] Nuโ€™aim bin Hammad al-Khuzaโ€™i. Termasuk tokoh pembesar para Hafizh ahlul hadits, al-Bukhari meriwayatkan darinya sebagai penyerta, Muslim meriwayatkan darinya dalam Muqaddimah, demikian pula Ash-habus Sunan kecuali an-Nasa-i. Imam Ahmad mentsiqahkannya, begitu juga Yahya bin Maโ€™in, dan al-Ajali. Abu Hatim berkata, โ€œDia perawi shaduq.โ€ An-Nasa-i melemahkannya, adz-Dzahabi berkata, โ€œSalah seorang Imam akan tetapi layyin di dalam hadits,โ€ Ibnu Hajar berkata, โ€œShaduq dan sering salah,โ€ adz-Dzahabi menukil dari Nuโ€™aim bahwa beliau berkata, โ€œSebelumnya aku adalah seorang Jahmiyyah, karena itulah aku mengenal perkataan mereka, ketika aku meminta hadits, aku tahu sesungguhnya akhir dari pendapat mereka adalah Taโ€™thil meniadakan seluruh sifat Allah.โ€ Wafat pada tahun 228 H rahimahullah. Lihat Tadzkiratul Huffaazh II/418-420, Miizaanul Iโ€™tidaal IV/267-270, Tahdziibut Tahdziib X/458-463, Taqriibut Tahdziib II/305, Hadyus Saari Muqaddimah Fat-hul Baari hal. 447, dan Khulashah Tadzhiibut Tahdziibil Kamaal hal. 403. [4] Fat-hul Baari VI/535. [5] Shahiih al-Bukhari, kitab al-Manaaqib bab Manaaqibu Quraisy VI/532-533. [6] Lihat Fat-hul Baari XIII/115 [7] Berbeda dengan pendapat al-Qurthubi, beliau berkata di dalam kitab at-Tadz-kirah hal. 636, โ€œBarangkali seorang laki-laki dari Qahthan itu adalah seorang laki-laki yang bernama Jahjaah.โ€ [8] Lihat Fat-hul Baari VI/545, XIII/78. [9] Musnad Ahmad XVI/156 no. 8346, syarah dan taโ€™liq Ahmad Syakir, beliau berkata, โ€œSanadnya shahih, hadits ini terdapat dalam Shahiih Muslim XVIII/ 36 tanpa lafazh ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽูˆูŽุงู„ููŠ. Home /A4. Bahasan Tanda-Tanda Kiamat1.../52-53. Penaklukan Konstantinopel. Munculnya...

hadits penaklukan konstantinopel dan roma