Tujuan Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta menggunakan ajang Jakarta International Literary Festival (JILF) pada 2022 ini berkehendak untuk mencari dan mendengar suara-suara para penyintas transformasi kota di tengah belantara perubahan. Akan tetapi, tak kalah penting adalah menjadikan JILF 2022 sebagai sarana penggalangan solidaritas di
Untuktempat nongkrong komunitas seni all in one di Jakarta, anda bisa berkunjung ke Komunitas Salihara Art Centre. Lokasi yang telah berdiri selama 10 tahun ini seringkali menjadi lokasi pertunjukan seni teater, tari, konser musik, pemutaran film, hingga pembacaan sastra.
Bisniscom, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin di Area Perpustakaan Gedung Panjang Kawasan Taman Ismail Marzuki Cikini, Jakarta Pusat, pada Kamis (7/6/2022).. Anies berharap perpustakaan tersebut tidak sekadar menjadi tempat disimpannya buku-buku, tetapi juga untuk menjadi wadah untuk membangun komunitas.
Fast Money. Skip to content Tentang DKJPengurus HarianKomiteKontak OPEN CALL JAKARTA INTERNATIONAL LITERARY FESTIVAL 2022 JAKARTA INTERNATIONAL LITERARY FESTIVAL JILF 2022 KOMITE SASTRA – DEWAN KESENIAN JAKARTA Our City in Their World Citizenship, Urbanism, Globalism Kota Kami di Dunia Mereka Kewargaan, Urbanisme, Globalisme Pengantar Istilah kota dalam bahasa Indonesia selalu dibayang-bayangi kegandaan makna yang bisa merepotkan. Kota menjadi padanan bahasa Indonesia baik bagi kata city maupun town dalam bahasa Inggris, yang masing-masingnya memiliki cakupan makna berbeda. Kota dalam artian city adalah kota yang dengan ambisius hendak mengantar dirinya menjadi bagian dari dunia yang global, dan acapkali angan-angan ini hendak diwujudkan, bila perlu, dengan meninggalkan segala kelokalannya agar menjadi serupa dan seragam dengan kota-kota dunia lainnya. Sementara itu, kota dalam artian town adalah sebuah komunitas yang masih dipersatukan oleh kontiguitas kedekatan dan dihidupi oleh tradisi berkomunitas sehingga tidak pernah menjadi kota yang terkotak-kotak secara sosial, ekonomi, dan kultural seperti halnya city. Di dalam proses transformasi sebuah kota yang hendak mengglobal, ancaman paling serius bukanlah berasal dari ekspansi teritori kota ke kawasan-kawasan di pinggirannya, atau dari menjamurnya pembangunan infrastruktur megah dan baru, dan bukan pula dari arus mobilitas manusia dari tempat-tempat lain ke kota tersebut. Krisis terbesar yang bisa ditimbulkan oleh globalisasi kota-kota adalah hilangnya hak-hak kewargaan yang semula dimiliki secara melekat oleh mereka yang berdiam di tempat yang tengah dilanda perubahan itu. Jika hal itu dibiarkan terjadi, pergerakan kota-kota menjadi milik dunia’ dengan kultur urbanismenya yang homogen dan elitis akan menghasilkan kolonisasi kota-kota oleh segelintir orang dengan akses besar ke kekuasaan dan kapital. Kota menjadi wilayah pendudukan di mana warga kota justru menjadi kaum yang tertindas terusir, terabaikan, terlupakan. Kalaupun mereka diizinkan bertahan hidup di kota, itu karena mereka masih berfungsi sebagai komponen penunjang kehidupan kota yang bukan lagi milik mereka sebagai penjaja makanan di pinggir jalan, penyapu jalanan, pengepul sampah, penjaga parkir dan keamanan, ataupun pramusaji rumah-rumah makan. Kehadiran mereka tak dikehendaki, tetapi mereka dibutuhkan agar nadi kota tetap berdenyut, sejauh mereka tidak muncul secara mencolok dan mengganggu keindahan, kenyamanan, dan keteraturan kota. Mereka ada demi agar para urbanis dan kultur urbanismenya yang mahal tapi banal dapat terus berlangsung. Dunia baru yang asing itu kini mengeksploitasi mereka, sementara dulu tempat itu adalah sumber kehidupan mereka. Adakah sastra menangkap dan bergulat dengan krisis eksistensial kewargaan ini, di samping mencurahkan kegelisahannya atas berbagai perubahan fisik dan sosial yang terjadi pada kota ketika bertransformasi menjadi bagian dari dunia global? Bagaimana berbagai komunitas sastra dan gerakan sastra, khususnya yang secara langsung berhadapan dengan ancaman terhadap kewargaan ini, merespon proses-proses urbanisme dan globalisme yang menggerus kehidupan di kota-kota? Masihkah ada harapan, optimisme, serta gagasan-gagasan kritis dan inovatif yang tumbuh dari pergumulan nyata dengan transformasi kota dan mampu membuka jalan untuk merebut kembali kewargaan yang terampas? Adakah cara untuk mendamaikan hasrat untuk mempertahankan kota sebagai rumah kita di satu sisi dan kota sebagai milik dunia di sisi lain? Tujuan Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta menggunakan ajang Jakarta International Literary Festival JILF pada 2022 ini berkehendak untuk mencari dan mendengar suara-suara para penyintas transformasi kota di tengah belantara perubahan. Akan tetapi, tak kalah penting adalah menjadikan JILF 2022 sebagai sarana penggalangan solidaritas di antara para pegiat, pengabdi, dan pemerhati sastra di dalam latar dan konteks urban untuk bersama-sama menghadapi berbagai persoalan menyangkut krisis kewargaan kota ini melalui alternatif – alternatif yang segar sekaligus kritis agar celah-celah terobosan dapat mulai digali. Untuk itu, Panitia JILF 2022 mengundang komunitas-komunitas pegiat, pelaku, dan pemikir sastra yang memiliki perhatian serta keterlibatan khusus dengan isu-isu kewargaan dan perkotaan untuk menciptakan dan menyumbangkan pemikiran kreatif, rancangan konseptual, atau model pengembangan alternatif dalam bentuk proposal eksibisi, workshop, panel atau karya kreatif untuk mengirimkan proposal dengan cakupan area sebagai berikut Transformasi kota yang mengintegrasikan kewargaan, lingkungan, dan infrastruktur sebagai satu kesatuan pemikiran untuk pengembangan kehidupan kota ke depan; Pemeliharaan konservasi, penggalian “lumbung-lumbung budaya” yang laten atau potensial untuk membangun ketangguhan warga dalam menghadapi perubahan, sustainability kota yang ramah pada kehidupan; Isu-isu urban dan global seperti urbanisasi, gentrifikasi, neoliberalisasi kota, alih fungsi lahan, ketercerabutan warga displacement, teknologisasi kota, mobilitas lintasbatas, kemiskinan kota, ketidaksetaraan sosial dan ketimpangan ekonomi, materialisme; Imajinasi kota, warga, dan dunia dari wilayah periferi dan perspektif yang berjarak dari kawasan perkotaan sebagai sumbangan peluang dan kemungkinan baru bagi pengembangan kota-kota global yang berbasis kewargaan; Isu, pendekatan, proyek, eksplorasi, dan bentuk aktivitas lain yang berkaitan langsung dengan persoalan kewargaan, urbanisme, dan globalisme. Bentuk Kegiatan Bentuk kegiatan yang diusulkan dapat berupa penciptaan dan resitasi karya, pameran karya, workshop/bengkel kreatif, panel pemikiran kolaboratif, dan bentuk-bentuk kreatif lain yang relevan dan tepat sasaran. Penggagas diberi slot waktu khusus untuk memperkenalkan dan menyampaikan hasil karyanya sepanjang maksimum 3 tiga jam, dengan semangat partisipatoris atau interaktif. Format Usulan Proposal yang diajukan hendaknya berisi unsur-unsur sebagai berikut Isu atau problem konkrit yang melatarbelakangi dibuatnya usulan, Paparan bentuk kegiatan yang diajukan untuk menjawab isu atau problem dapat melibatkan sarana multimedia dan teknologi informasi dan digital, Personil yang terlibat nama komunitas, koordinator, jumlah personil, resume, dll., Linimasa kegiatan dari preproposal hingga pascafestival, jika ada, Anggaran yang dapat diajukan adalah maksimal – lima puluh juta rupiah, Uraian tentang cara atau pengukuran dampak dari kegiatan apabila ada tindak lanjut untuk implementasi dalam komunitas atau masyarakat, Lokasi tempat kegiatan berpusat atau dilaksanakan, dan Mengisi tautan pendaftaran Open Call JILF di dan mengunggah dokumen penunjang. Persyaratan Peserta Peserta yang dapat mengajukan proposal adalah yang memenuhi persyaratan sebagai berikut Warga Negara Indonesia yang berdomisili di dalam atau di luar wilayah negara Republik Indonesia, Menjadi bagian dari suatu komunitas sastra/seni/budaya sebagai pendiri/pengurus/anggota, Memiliki rekam jejak kepedulian dan keterlibatan dalam hal-ihwal yang bersangkutan dengan isu-isu sastra, seni, budaya dan/atau perkotaan dan/atau globalisasi, Pengusul dapat berkolaborasi baik dengan mitra domestik maupun dengan mitra asing atau internasional yang tidak berpusat di Indonesia, Ketersediaan dana pendamping dari mitra adalah sebuah nilai tambah bagi proposal, Bersedia menerima masukan untuk revisi proposal dari Panitia apabila proposal diterima, dan Bersedia tampil sebagai pengisi program dalam pelaksanaan JILF 2022 pada 22 – 26 Oktober 2022 di Jakarta. Periode Pengajuan Batas waktu pengajuan proposal lengkap adalah 15 Juli 2022 tengah malam. Proposal dikirimkan secara elektronik melalui Google Form pada tautan bersama dengan data lainnya. About the Author DKJ Dewan Kesenian Jakarta DKJ adalah lembaga otonom yang dibentuk oleh masyarakat seniman dan untuk pertama kali dikukuhkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada 7 Juni 1968. DKJ bertugas sebagai mitra kerja gubernur untuk merumuskan kebijakan serta merencanakan berbagai program guna mendukung kegiatan dan pengembangan kehidupan kesenian di wilayah Jakarta. Related Posts
Seorang anak bersama orang tuadnya membaca buku di perpustakaan mini Taman Suropat, Jakarta, Minggu 21/11. Foto Iqbal Firdaus/kumparanOrganisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization/UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature atau Kota Sastra Dunia yang diumumkan lewat laman resmi pada 8 November 2021. Kota Sastra Dunia lainnya adalah Gothenburg Swedia dan Vilnius Lithuania.UNESCO memilih Jakarta sebagai kota sastra dunia berdasarkan kategori DKI memiliki sejarah panjang dan potensi besar untuk peningkatan serta pengembangan sastra dan literasi. Sejarah literasi Jakarta terekam sejak masa kerajaan, kolonial, awal-awal kemerdekaan Indonesia, hingga era digital saat ini. Koran, penerbit buku, Balai Pustaka, dan Ikatan Penerbit Indonesia Ikapi pertama kali berdiri di menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang masuk sebagai salah satu dari 49 kota lain di dunia, yang tergabung dalam jaringan kota kreatif dunia UNESCO's Creative City Network tahun 2021. Adapun, 7 kategori kota kreatif versi UNESCO’s Creative Cities Networking UCCN adalah kerajinan dan kesenian rakyat, kesenian media, musik, film, desain, gastronomi, dan sastra. Hingga kini, total sudah ada 295 kota dari 90 negara ikut berinvestasi dalam budaya dan kreativitas untuk memajukan pembangunan perkotaan DKI Jakarta, Anies Baswedan menunjukkan buku kepada anak-anak. Foto Instagram/aniesbaswedanGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap agar terpilihnya Jakarta sebagai Kota Sastra Dunia ini dapat berlanjut untuk dikembangkan di masa mendatang. Hal ini menunjukkan sejarah Jakarta yang kuat perlu terus dijaga dan dikembangkan pada masa depan."Kami merasa sangat bangga atas pemilihan UNESCO ini. Sebagai sebuah kota, Jakarta ini harus dibangun secara berkelanjutan. Pembangunan infrastruktur yang kami lakukan selama ini penting untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang maju. Tetapi, kami juga meningkatkan kualitas manusianya. Inilah yang akan mendorong proses pembangunan berkelanjutan,” ujar Provinsi DKI Jakarta berupaya secara optimal dalam pembangunan, baik infrastruktur maupun kualitas sumber daya manusia SDM. Hasilnya bisa terlihat dalam Indeks Pembangunan Manusia IPM Provinsi DKI Jakarta pada 2021 yang mencapai 81,11. IPM DKI berada di atas rerata nasional 72,29 dan menjadi yang tertinggi dari seluruh provinsi di Tanah Air. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan Jakarta membaca buku. Foto Instagram/aniesbaswedanSastrawan Berkelas DuniaKota Jakarta juga dikenal sebagai pencetak sastrawan berkualitas dan berkelas dunia. Sebut saja Chairil Anwar dan Pramoedya Ananta Toer yang sudah mendapatkan belasan penghargaan beranjak, geliat dunia sastra di Tanah Air masih terlihat sampai dengan saat ini, meskipun sudah sekitar 2 tahun terhambat karena pandemi COVID-19. Komunitas-komunitas sastra masih menjadi penopang terus bertahannya potensi dunia sastra di Indonesia.“Pertumbuhan dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan literasi di seluruh Indonesia secara umum masih sehat,” kata budayawan Betawi Yahya Andi mengatakan, kegiatan sastra di Jakarta masih digerakkan oleh kelompok-kelompok masyarakat seperti Komunitas Sastra Indonesia KSI, Dapur Sastra Jakarta, Yayasan Puisi Indonesia YPI, dan orang anak membaca buku di perpustakaan mini Taman Suropat, Jakarta, Minggu 21/11. Foto Iqbal Firdaus/kumparanBeri Ruang BerekspresiSelama ini, Pemprov DKI berkomitmen memberikan ruang kepada semua pihak untuk melakukan kegiatan kesusastraan di pusat-pusat pelatihan seni dan budaya yang telah Kepala Dinas Kebudayaan DKI Iwan Hendry Wardhana, dinobatkannya Jakarta sebagai Kota Sastra Dunia oleh UNESCO tidak terlepas dari tersedianya ruang dan waktu bagi pekerja seni dan budaya di Jakarta untuk berekspresi."Gubernur DKI Bapak Anies Baswedan sudah lama memberikan ruang dan waktu kepada pekerja seni budaya Jakarta, khususnya terkait dengan kebebasan berekspresi dan berekosistem di DKI," ungkap Iwan, Kamis 25/11.Iwan menambahkan, pusat pelatihan seni dan budaya sudah tersebar di kota administrasi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Masing-masing kota administrasi memiliki 1 pusat pelatihan."Kami membuat aktivitas yang didukung dengan berbagai sumber daya yang ada di Dinas Kebudayaan. Kami cukup yakin bahwa Jakarta akan terus menjadi ekosistem bagi seni budaya," tegas proses revitalisasi Taman Ismail Marzuki TIM yang hampir selesai digadang-gadang bakal menjadi salah satu fasilitas utama yang mendukung ekosistem tersebut dan menjadi penarik perhatian dunia.
Mencari perkumpulan komunitas di Jakarta merupakan hal yang tidak sulit, ada banyak komunitas menarik yang bisa anda temukan di Ibu Kota. Mulai dari komunitas sosial, seni, keagamaan, dan berbagai komunitas hobi lainnya. Bergabung dengan sebuah komunitas mampu memperluas jaringan dan mengisi waktu luang dengan kegiatan yang menyenangkan. Bertemu dengan sekumpulan orang dengan minat yang sama pastinya akan sangat menyenangkan. Ada berbagai komunitas dengan kegiatan menyenangkan dan bermanfaat yang bisa anda temukan di Jakarta sesuai dengan minat anda. Berikut beberapa komunitas di Jakarta yang bisa Anda pilih sesuai dengan minat. 1. Helovesus Board Game Cafe & Community Board game merupakan permainan papan semacam ular tangga, ludo, monopolly, dan masih banyak lagi variasi dari board game yang mungkin belum anda ketahui. Anda tertarik dengan dunia board game? Anda bisa datang ke Helovesus Board Game Cafe & Community yang berlokasi di Apartemen Green Bay. Komunitas yang berlokasi di cafe ini memiliki misi untuk menyatukan orang dengan board game. Mereka memiliki motto “Family Plays Together”. Sambil bermain board game, anda juga bisa menikmati menu makanan dan minuman sehat. Alamat Apartemen Green Bay Pluit Unit G/GF/FF/03, Jl. Pluit Karang Ayu Blok B1 Utara, Jakarta Utara Jam Buka Senin – Selasa – Kamis – Jumat – Sabtu – 2. Parkour Jakarta Bagi anda yang suka kegiatan outdoor dengan dinamisme tinggi, anda bisa mencoba olahraga parkour. Agar bisa belajar dengan instruksi dan metode yang benar, anda bisa bergabung dengan komunitas Parkour Jakarta. Parkour Jakarta dibentuk pada tahun 2017 oleh Ahmad Yunan sebagai ketua komunitas. Jangan khawatir jika Anda sama sekali tidak memiliki dasar parkour, akan ada kelas basic bagi siapapun yang baru bergabung. Kunci dalam olahraga parkour sendiri adalah jago berlari, melompat, dan memanjat. Kedepannya, Parkour Jakarta bisa memiliki taman parkour sendiri dengan halang rintang yang lebih sesuai dengan standar parkour. Namun, untuk saat ini anda bisa menemukan komunitas ini berlatih di Taman Puring. Lokasi Latihan Taman Puring, Jl. Kyai Maja, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Hari/Jam Latihan Minggu, Mulai jam pagi Baca juga 9 Coworking Space di Jakarta Cocok untuk Startup hingga Mahasiswa 3. Komunitas Historia Indonesia Salah satu komunitas di Jakarta yang terbesar adalah Komunitas Historia Indonesia KHI. Bagi anda yang memiliki minat dengan dunia sejarah, komunitas ini bisa menjadi forum yang menyenangkan. KHI telah berdiri semenjak tahun 2003, dengan visi membangun nasionalisme dan patriotisme Indonesia. Komunitas ini menyadari pentingnya memahami dan kesadaran akan sejarah dan budaya. Namun, materi ini biasanya dianggap membosankan dan kuno. Oleh karena itu, KHI berusaha semaksimal mungkin membuat pelajaran sejarah menarik dengan kegiatan menghibur dan rekreasi. Alamat Jl. Mohamad Kahfi II, Mahakam Residence II Ciganjur Jagakarsa, Jakarta Selatan Baca juga 8 Spot Pilihan Wisata Malam Seru di Jakarta 4. Komunitas Film Pendek Jakarta Bagi Anda yang tertarik dengan proses pembuat film, Anda bisa bergabung dengan Komunitas Film Pendek Jakarta KFPJ. KFPJ telah berdiri semenjak tahun 2015, digalangi oleh tiga member pertama; Muchamad Rizky Adam, Kemal Faudi, dan Alvarozi. Melalui komunitas ini, Anda bisa belajar berbagai teknik dalam pembuatan film. Mulai dari menjadi sutradara, penulisan naskah, sinematografi, dan unsur lain dalam sebuah film. Komunitas ini juga telah memproduksi beberapa film pendek, diantaranya; Dear Diary, 108, Imaji, dan Vlogue. Jika ingin bergabung dengan KFPJ, anda bisa bertemu dengan mereka berkumpul di Taman Menteng setiap Minggu sore. 5. Komunitas Taman Suropati Chamber Berikutnya ada Komunitas Taman Suropati Chamber yang dikhususkan untuk penggemar alat musik biola, khususnya yang ingin belajar memainkan instrumen tersebut. Komunitas ini dibentuk oleh Agustinus Esthi Sugeng Dwiharso. Pada tahun 2006, beliau membuat sebuah workshop musik keroncong di Belanda. Melalui kesempatan tersebut, ia melihat banyak taman kota di Belanda yang menjadi tempat berkumpul komunitas musik. Dari situlah ide awal Agustinus mendirikan Taman Suropati Chamber. Lokasi ini dekat dengan bagi anda yang tinggal di Menteng Regency Apartemen. Dengan uang pendaftaran Rp dan iuran Rp anda akan diajari bermain biola secara profesional di lokasi terbuka yang lebih segar dan memberikan suasana baru. Tempat Latihan Taman Suropati, Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta Hari/Jam Latihan Minggu, – 6. Komunitas Longboard Car Free Day Jakarta Longboard merupakan salah satu jenis papan seluncur beroda dengan ukuran yang lebih panjang. Panjang papan bisa mencapai 80-150 sentimeter. Anda mungkin sudah sering melihat video viral longboard dengan gaya ekstrim maupun santai yang dibawakan oleh perempuan. Jika tertarik, Anda bisa belajar longboard dengan Komunitas Longboard Car Free Day Jakarta. Komunitas ini telah aktif mulai tahun 2016 dan sesuai namanya, komunitas ini kerap berlatih di car free day Jakarta. Untuk bergabung dengan komunitas di Jakarta satu ini, pastinya anda harus memiliki longboard terlebih dahulu. Lalu Anda bisa belajar dengan instruksi para member komunitas yang sudah lebih ahli. Tempat Latihan Di berbagai kawasan CFD Jakarta berganti-ganti setiap saat Hari/Jam Latihan Sabtu dan Minggu, – Baca juga 5 Tempat Nongkrong di Jakarta Pusat yang Lagi Hits 7. Komunitas Salihara Art Centre Untuk tempat nongkrong komunitas seni all in one di Jakarta, anda bisa berkunjung ke Komunitas Salihara Art Centre. Lokasi yang telah berdiri selama 10 tahun ini seringkali menjadi lokasi pertunjukan seni teater, tari, konser musik, pemutaran film, hingga pembacaan sastra. Anda bisa bertemu secara langsung dengan komunitas tertentu dan bergabung dengan mereka. Anda juga bisa datang hanya sekedar sebagai penikmat seni di waktu luang anda. Cukup dekat bagi anda yang tinggal di Apartemen Pejaten Park Residence. Lokasi ini juga dilengkapi dengan lokasi kuliner. Anda bisa menikmati kopi hingga jamu, serta berbagai pilihan makanan jalanan seperti nasi goreng, bakso, dan lain-lain. Alamat Jl. Salihara Ps. Minggu, Jakarta Selatan Itu tadi berbagai pilihan komunitas yang bisa anda temukan di Jakarta. Bergabung dengan komunitas bisa menjadi kegiatan positif untuk mengisi waktu luang sambil memperluas pertemanan. Terdapat banyak lokasi komunitas yang berdekatan dengan apartemen di Jakarta. Untuk berbagai informasi seputar apartemen di Jakarta, anda bisa mengunjungi Tersedia berbagai informasi mulai dari harga, ketersediaan kamar, dan penawaran harga terbaik. Penulis & Editor Bernadetta Yucki & Prajodi Daris Andaru Lihat juga apartemen mewah di kota-kota besar lainnya Apartemen di Jakarta Apartemen di Jakarta Selatan Apartemen di Tangerang Apartemen di Bekasi Apartemen di Bogor Apartemen di Depok Apartemen di Surabaya
komunitas sastra di jakarta